Tersedianya Modul Bimbel Bahasa Indonesia SMP Akan Meningkatkan Prestasi Peserta Didik

Modul bimbel bahasa indonesia SMP juga diperlukan dalam bimbingan belajar mengajar di lembaga bimbingan belajar. Bahasa indonesia merupakan bahasa resmi bangsa indonesia. Sehingga wajar saja mata pelajaran ini masuk dalam mata pelajaran yang diujikan oleh negara untuk menentukan kelulusan. Meskipun tampak mudah dan banyak yang menguasai, Bahasa indonesia juga perlu dipelajari lebih dalam untuk bisa memahaminya. Seringkali bahasa indonesia tercampur aduk dengan bahasa daerah. Nah untuk itu tambahan belajar di bimbel tentang bahasa indonesia juga perlu adanya. Selain untuk menunjang pengetahuan bahasa indonesia sebagai bekal menempuh ujian nanti, juga sebagai pengetahuan diri dan sebagai bentuk kecintaaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal yang menarik dari modul bimbel bahasa indonesia SMP  ini ialah disusun sesuai dengan Kurikulum terbaru 2013 dan Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Mengapa menggunakan kedua sistem kurikulum ini? karena kedua kurikulum ini dinilai lebih bagus jika dibandingkan dengan kurikulum lainnya. Di dalam sistem kurikulum 2013 terdapat empat aspek yang masuk dalam penilaian, yakni aspek ketrampilan, aspek pengetahuan, aspek sikap dan perilaku. Jadi tidak hanya dinilai dari pengetahuan siswa atau peserta didik tersebut. Secara perilaku juga masuk dalam penilaian di sistem kurikulum 2013. terjemahan indonesia mandarin yang disediakan juga mengajarkan peserta didik untuk mengatur waktu belajar yang efektif sehingga dalam proses belajar bisa menyerap dan memahami dengan baik.

Selain itu, modul bimbel bahasa indonesia SMP ini dibanderol dengan harga terjangkau untuk semua kalangan. Disusun oleh tenaga pendidik yang ahli di bidangnya menjadikan modul ini mudah dipahami dan diajarkan oleh tutor atau pendamping belajar peserta didik. Tidak semua modul berisikan meteri yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini sehingga kegiatan belajar mengajar pada suatu lembaga bimbingan belajar tidak sama dengan apa yang diajarkan di sekolah. Seringkali ini menjadikan kebingungan bagi peserta didik. Untuk itu perlunya kesesuaian pada pelajaran yang diampu pada lembaga bimbingan belajar dan di sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *