11 Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Tumbuhan Dikotil

Monokotil dan dikotil adalah dua garis keturunan tumbuhan yang ditemukan di angiospermae. Angiospermae adalah tumbuhan berbunga. Mereka adalah yang paling sukses, dominan serta tanaman yang terdiversifikasi di bumi.

11 Perbedaan monokotil dan dikotil

Tanaman monokotil(potongan tunggal) memiliki perbedaan yang nyata dibandingkan dengan tanaman dicotyledonous (dua potong). Perbedaan antara monokotil dan dikotil terlihat dari akar, batang, bentuk daun dan bunga.

Berikut adalah perbedaan monokotil dan dikotil yang dapat kita ketahui:

Benih biji

Perbedaan antara monokotil dan dikotil dapat dilihat dari biji. Tanaman monocotyledonous memiliki kotiledon (satu potong) sedangkan tanaman dicotyledonous memiliki dua kotiledon (dua potong).

Perkecambahan biji

Benih dalam tanaman monokotil tidak membelah ketika mereka bertunas, sedangkan pada tanaman dikotil, mereka membelah ketika mereka tumbuh. Ini adalah perbedaan monokotil dan dikotil yang paling sederhana untuk diketahui.

Bentuk tulang daun

Tanaman monokotil memiliki bentuk tulang dengan daun sejajar atau melengkung, sedangkan tanaman dikotil memiliki bentuk tulang, daun menyirip atau menyirip.

Bentuk batang

Batang pada tanaman monokotil tidak bercabang, sedangkan pada tanaman dikotil mereka bercabang. Batang di monokotil tidak berubah, sedangkan dikotil berubah. Bagian-bagian tanaman monokotil dari balok transpor tersebar, sedangkan tanaman dikotil disusun dalam lingkaran.

Bunga

Bunga-bunga di tanaman monokotil hanya terdiri dari 3 atau kelipatannya, dan untuk tanaman dikotil terdiri dari 2, 4, 5 atau kelipatannya.

Akar

Akar tanaman monokotil memiliki sistem akar berserat dan memiliki tutup akar, sedangkan pada tanaman dikotil, sistem akar meruncing dan tidak memiliki tutup akar.

Pembentukan akar pada tanaman monokotil dibentuk oleh batang, sedangkan pada tanaman dikotil dibentuk oleh percabangan akar utama.

Famili

Tumbuhan monokotil meliputi keluarga Gramina (tumbuhan, misalnya: jagung dan padi), Palma (kacang pinang, misalnya: kelapa dan sagu), Musaceae (pisang-pisangan, misalnya: pisang ambon), Orchidaceae (Anggrek- anggrekan), misalnya: anggrek dan vanila), Zingiberaceae (jahe, misalnya: jahe dan kunyit).

Sedangkan tanaman dicotyledonous milik keluarga Euphorbiaceae (Jatropha, misalnya: jatropha, yam, gum), Leguminoceae (kacang-kacangan, misalnya: pisang dan kacang-kacangan), Solanaceae (terung, misalnya: terong, cabai dan tomat)), Myrtaceae (Jambu biji, contoh: jambu air dan jambu air, Compositae (kompos, misalnya: bunga matahari).

Korteks

Perbedaan antara monokotil dan dikotil juga terletak pada korteks. Tanaman monokotil tidak memiliki kulit kayu, sedangkan tanaman dikotil tidak memiliki kulit kayu.

Pembuluh kayu

Tanaman monokotil tidak memiliki kapal kayu, sedangkan pada tanaman dikotil ada pembuluh kayu.

Serbuk sari

Berdasarkan alur serbuk sari, tanaman monokotil memiliki plot tunggal dari setiap butir serbuk sari, sedangkan pada tanaman dikotil, mereka memiliki 3 alur serbuk sari.

Pertumbuhan sekunder

Pada tanaman monokotil tidak ada pertumbuhan sekunder, oleh karena itu hanya dapat tumbuh secara longitudinal. Sementara di tanaman dikotil ada pertumbuhan sekunder, sehingga mereka bisa tumbuh lebih besar

Tanaman monokotil adalah tanaman yang hanya memiliki satu biji, sedangkan tanaman dikotil adalah tanaman dengan dua biji. Jumlah potongan benih merupakan perbedaan utama antara kedua jenis tanaman.

Sebenarnya ada perbedaan lain yang ada pada kedua jenis tanaman. Hal ini dapat dilihat dari karakteristik tanaman monokotil dan dikotil secara morfologis, misalnya struktur akar, bentuk batang, ada tidaknya perubahan, jumlah kelopak bunga, bentuk tulang daun dan sebagainya.

Sumber : http:// https://materibelajar.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *