Ini Nih Profil Kim Sae Ron, Pemain Termuda di Drama Leverage

Drama Leverage adalah drama yang mengisahkan tentang sebuah tim elit yang dibentuk oleh Lee Tae Joon untuk suatu tujuan yang unik namun menarik. Ia merekrut berbagai kriminal yang pernah ditangkap semasa masih menjadi inverstigator dan bekerjasama dengan mereka. Salah satu diantara 4 orang kriminal lain yang berbakat adalah Go Na Byeol, yang diperankan oleh Kim Sae Ron.

Kim Sae Ron ini adalah pemain termuda loh, diantara para anggota tim elit lain di drama Leverage. Gadis kelahiran 31 Juli 2000 ini memiliki peran sebagai Ko Na Beyol, seorang atlit handal yang cekatan dan gesit. Di usianya yang baru mencapai angkat 19 ini, Sae Ron bisa dibilang sudah mencapai banyak hal. Hal ini mungkin juga bikin kalian mulai berpikir ulang, apa saja sih, yang sudah kalian lakukan selama ini?

Kim Sae Ron sudah memulai karirnya sejak usia yang masih belia, yaitu 9 tahun. Ia memulai dengan bermain di film berjudul A Brand New Life sebagai main role. Dalam usia semuda itu, Kim Sae Ron sudah mendatangi Cannes Film Festival dimana dirinya diundang sebagai aktris termuda disana. Sukses dengan debut pertamanya, karir Sae Ron terus berlanjut hingga saat ini dengan cukup gemilang. Setelah bermain di film tersebut, Sae Ron juga sempat berkolaborasi dengan Won Bin di The Man Fron Nowhere, yang membuatnya memenangkan dua penghargaan sekaligus.

Peran pertamanya di drama televisi adalah di serial Listen to My Heart, walau ia hanya berperan di 4 episode pertama. Terus bergiliran, dirinya berperan di film, film pendek, dan juga serial drama. Kalau kebanyakan aktris cilik berakhir ketika dirinya tumbuh besar, tidak begitu dengan Sae Ron. Pada usia peralihannya, ia masih mendapatkan berbagai peran, bahkan menandatangani kontrak dengan salah satu agensi di Korea, YG Entertainment.

Kakak dari Ah Ron dan Ye Ron yang juga adalah aktris ini bukan cuma berhasil di dunia akting, melainkan juga di kesehariannya sebagai pelajar. Sae Ron lulus dari Yang il Middle School sebelum kemudian mulai melanjutkan studi di School of Performing Arts Seoul. Pada tahun 2018, dirinya masuk ke Chung Ang University dan mendalami bidang yang ia gemari, yaitu Performing Arts dan Films. 

Memahami Apa Itu Society 5.0

Kemunculan revolusi industri 4.0 memacu lahirnya konsep-konsep baru seperti konsep Society 5.0. Konsep ini digagas oleh Jepang dalam mewujudkan perubahan rutinitas dalam berbagai aspek seperti kesehatan, infrastruktur, finansial, dsb. Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai apa itu Society 5.0.

Mengenal Apa itu Society 5.0

Society 5.0 merupakan suatu konsep teknologi tentang manusia yang dikolaborasi dengan teknologi seperti AI (Artificial Intelligence) dan IoT (Internet of Things) sehingga menjadi solusi masalah-masalah sosial dalam dunia nyata dan maya. Sebenarnya sebelum lahirnya konsep ini, sudah ada versi sebelumnya seperti Society 1.0 (Hunting & Gathering), Society 2.0 (Agricultural). Society 3.0 (Industrial) dan Society 4.0 (Information)

Konsep Society 5.0 Dalam Kehidupan

Dalam Society 5.0, masyarakat akan dibantu AI serta IoT dalam pengolahan dan menganalisis data dari user itu sendiri dengan cara memakai sensor fisik. Atau mengolah data yang ada pada user, lalu memberi feedback berupa data yang sudah diproses AI dengan bentuk fisik. Berikut contoh konsep Society 5.0 jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Distribusi

Dewasa ini, masalah yang terjadi di aspek pendistribusian barang adalah tenaga kurir dan waktu pengiriman. Dalam suatu transaksi online, pembeli dituntut untuk menunggu beberapa hari sebelum barang itu sampai di tangan pembeli.

Society 5.0 menawarkan solusi dengan menggunakan drone untuk mengantar suatu barang. Drone ini akan dikendalikan oleh sistem AI dan IoT sehingga pengiriman tepat dan cepat.

2. Kesehatan Medis

Dengan bantuan AI yang diterapkan pada perangkat elektronik pemantau detak jantung atau tekanan darah, AI akan menganalisis kondisi kesehatan user atau keluarga. Selain itu sistem ini dapat menyampaikan kondisi kesehatan pada dokter pribadi secara langsung. Serta sistem AI ini akan memberi saran yang menunjang kesehatan user.

3. Pertanian

Sistem AI memudahkan petani dengan konsep Traktor Pintar. Traktor ini dikendalikan sistem AI sehingga dapat membajak sekaligus menanam benih secara otomatis. Petani juga dimudahkan dalam analisis data hasil panen tahun-tahun sebelumnya dan AI akan memberikan konsep cocok tanam yang lebih efisien.

4. Transportasi

Konsep Autonomous Vehicles (Kendaraan Pintar) menjadi solusi dalam mengurangi kecelakaan akibat human error (seperti sopir mengantuk, sakit, dan kurangnya konsentrasi). Konsep ini juga membantu pihak perusahaan transportasi berhemat biaya sewa sopir.

Seiring berkembangnya zaman, kebiasaan masyarakat juga ikut berubah. Konsep yang terlahir juga memanfaatkan hal-hal baru yang dipandang dapat memudahkan dan menjadi solusi bagi masalah yang muncul. Begitulah penjelasan mengenai apa itu Society 5.0 yang berkembang di negara Jepang.